FaktaRakyatNews – Di tengah kesibukan aktivitas sosial dan kesehariannya, Dewan Pembina Dalihan Natolu (DNT) Bhinneka Tunggal Ika, Zainal Abidin Hasibuan, kembali memperlihatkan sisi kemanusiaan yang lahir secara alami dan jauh dari kesan formalitas. Momen tersebut terekam secara tidak disengaja oleh tim Faktarakyatnews di Seulawah Kupie, sebuah ruang publik yang kerap menjadi tempat Zainal Abidin Hasibuan bersantai, berdialog batin, sekaligus mencari inspirasi.
Seulawah Kupie bukan sekadar tempat rehat. Bagi Zainal Abidin Hasibuan, ruang ini menjadi titik pertemuan dengan realitas sosial masyarakat. Di lokasi inilah, tanpa agenda publik dan tanpa niat pencitraan, terlihat sikap kepedulian nyata terhadap pedagang eceran, pelaku UMKM, hingga pengamen yang menggantungkan hidup dari ruang-ruang publik.
Dalam suasana santai dan sederhana, Zainal Abidin Hasibuan tampak berinteraksi langsung dengan pedagang kecil. Ia melayani transaksi dengan ramah, berbincang singkat, dan menunjukkan perhatian terhadap dagangan yang ditawarkan. Sikap tersebut berlangsung alami, tanpa gestur simbolik atau pernyataan berlebihan.
Tak hanya kepada pedagang eceran, kepedulian itu juga terlihat saat seorang pengamen menghampiri meja tempatnya duduk. Dengan sikap tenang dan penuh empati, Zainal Abidin Hasibuan memberikan perhatian dan berbagi secara tulus. Tidak ada kesan mengasihani, melainkan penghargaan terhadap usaha dan kerja keras mereka yang berjuang di ruang informal kehidupan kota.Momen tersebut tidak dirancang sebagai bagian dari aktivitas publikasi. Tim Faktarakyatnews yang berada di lokasi menyaksikan langsung peristiwa itu secara alami. Justru dari ketidakterencanaan itulah tergambar bahwa kepedulian yang ditunjukkan lahir dari kesadaran sosial, bukan dari kebutuhan akan sorotan.
Sebagai Dewan Pembina Dalihan Natolu Bhinneka Tunggal Ika, Zainal Abidin Hasibuan dikenal konsisten menjaga nilai-nilai persaudaraan, keseimbangan relasi sosial, dan penghormatan terhadap martabat manusia. Nilai-nilai tersebut tidak hanya disampaikan dalam forum diskusi atau ruang organisasi, tetapi diwujudkan dalam laku sehari-hari yang sederhana namun bermakna.
Kepedulian terhadap UMKM dan pengamen mencerminkan pemahaman mendalam tentang lapisan sosial masyarakat. Pedagang kecil dan pengamen merupakan bagian dari ekosistem ekonomi rakyat yang sering luput dari perhatian, padahal mereka menjadi penopang kehidupan kota dari sisi yang paling dasar.
Faktarakyatnews mencatat, cara Zainal Abidin Hasibuan berinteraksi dengan pengamen dan pedagang kecil berlangsung tanpa jarak sosial. Bahasa tubuhnya terbuka, komunikasinya hangat, dan tidak menunjukkan posisi hierarkis. Pedagang maupun pengamen yang berinteraksi dengannya terlihat nyaman, tanpa rasa canggung, seolah berhadapan dengan sosok keluarga.
Dalam konteks yang lebih luas, tindakan sederhana ini menunjukkan bahwa kepemimpinan moral tidak selalu diwujudkan melalui pidato atau narasi besar. Ia justru tumbuh dari konsistensi dalam perbuatan kecil yang dilakukan dengan ketulusan.
Seulawah Kupie, sebagai ruang publik tempat berbagai lapisan masyarakat bertemu, menjadi saksi bahwa nilai kemanusiaan masih hidup dan dijalankan secara nyata. Bagi Zainal Abidin Hasibuan, ruang seperti ini menjadi sumber inspirasi—tempat memahami denyut kehidupan, mendengar tanpa harus bertanya, dan belajar tanpa harus menggurui.
Faktarakyatnews menilai, momen ini layak diangkat bukan sebagai glorifikasi individu, melainkan sebagai refleksi nilai sosial yang patut dirawat bersama. Di tengah era yang kerap mengedepankan citra dan simbol, kepedulian yang lahir dari tindakan sunyi justru memiliki daya pengaruh yang lebih kuat.
Kepedulian terhadap UMKM dan pengamen bukan semata persoalan ekonomi, tetapi juga tentang martabat manusia. Ketika mereka dihargai dan diperlakukan setara, di situlah nilai kebhinekaan dan kemanusiaan menemukan maknanya.
Melalui momen sederhana di Seulawah Kupie ini, Zainal Abidin Hasibuan kembali menegaskan bahwa peran tokoh masyarakat sejatinya hidup dalam keseharian—dalam kesediaan untuk hadir, berbagi, dan peduli terhadap siapa pun tanpa sekat.
Sebuah keteladanan sunyi yang berbicara melalui tindakan, bukan kata-kata.
0 Komentar