Mandailing Natal – Fakta Rakyat News
![]() |
| Aiptu (P) Zainal Abidin Hasibuan SH |
Ia menegaskan, peristiwa terbakarnya Polsek Muara Batang Gadis (MBG) bukanlah kejadian tunggal yang berdiri sendiri, melainkan puncak kemarahan masyarakat akibat persoalan narkoba yang sudah sangat parah dan merata hampir di setiap desa di Kabupaten Mandailing Natal.
“Ini bukan sekadar peristiwa kriminal biasa. Ini akumulasi kemarahan rakyat. Narkoba sudah merusak sendi kehidupan masyarakat,” tegasnya.
Menurutnya, dampak narkoba kini tidak hanya dirasakan oleh aparat penegak hukum, tetapi langsung menghantam kehidupan rumah tangga warga kecil. Ia menyoroti jeritan para ibu rumah tangga (emak-emak) yang menjadi korban kriminalitas turunan akibat narkoba.
“Bayangkan, tabung gas untuk memasak sudah biasa hilang. Dapur tidak berasap. Kalau di kota mungkin bisa cepat diganti, tapi di daerah belum tentu ada tabung gas yang bisa dibeli. Ini potret nyata betapa bahayanya narkoba,” ungkapnya.
Koordinator DNT Bhineka Tunggal Ika menilai narkoba telah melahirkan berbagai bentuk kriminal lain, mulai dari pencurian hingga konflik sosial, yang pada akhirnya merusak ketenteraman masyarakat desa.
Dalam konteks pemberantasan narkoba, ia mengapresiasi pernyataan dan sikap Bupati Mandailing Natal yang dinilai menjadi angin segar bagi masyarakat. Namun, ia menegaskan bahwa pernyataan saja tidak cukup tanpa langkah konkret dan terstruktur.
Sebagai organisasi kemasyarakatan, DNT Bhineka Tunggal Ika bersama Partabagsel Bersatu dan seluruh organisasi kemasyarakatan, termasuk HIKMA Sumut, mendorong adanya MoU antara Bupati dan Kapolres Mandailing Natal yang dituangkan secara resmi dalam bentuk surat dengan poin-poin tegas pemberantasan narkoba.
“MoU ini harus mengatur teknis pemberantasan narkoba dari tingkat kecamatan sampai ke desa. Karena Bupati adalah pimpinan Muspida di kabupaten, maka Muspika di kecamatan hingga kepala desa bisa bersinergi secara nyata,” jelasnya.
Ia menekankan, pemberantasan narkoba tidak boleh berhenti pada pengguna kecil, tetapi harus menyentuh hingga ke jaringan dan bandar besar yang selama ini merusak generasi Mandailing Natal.
“Kita ingin Bumi Mandailing Natal yang beragama, cerdas, dan sejahtera. Itu mustahil tercapai jika generasinya diracuni narkoba,” pungkasnya.
Melalui pesan ini, DNT Bhineka Tunggal Ika berharap anak muda Mandailing Natal sadar bahwa menjauhi narkoba bukan hanya soal menyelamatkan diri sendiri, tetapi juga menyelamatkan masa depan daerah dan martabat masyarakat secara keseluruhan.
0 Komentar